Cimahi, 13 Februari 2026 – Sebuah video yang memperlihatkan seorang siswi SMK berjualan kacang goreng keliling dengan masih mengenakan seragam sekolah putih-abu viral di media sosial. Bukan lantaran aksi memalukan, gadis tersebut justru menuai decak kagum lantaran perjuangan kerasnya membantu orang tua sekaligus membayar SPP sendiri.
Sosok itu diketahui bernama Ana Derahma (17), siswi kelas 11 SMK Wiraswasta Cimahi, Jawa Barat. Video yang diunggah akun gosip lokal menunjukkan Ana berkeliling menawarkan dagangan dengan langkah kaki kecil dan senyum ramah, meski tas sekolah masih terselip di punggungnya. Narasi dalam video menyebutkan, Ana melakukan itu setiap pulang sekolah tanpa merasa malu.
Viralnya kisah Ana langsung sampai ke telinga Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi. Tanpa pikir panjang, Kang Dedi—sapaan akrabnya—langsung mengundang Ana untuk bertemu secara pribadi di kediamannya, Lembur Pakuan, Subang, pada Jumat (13/2/2026).
Malu? Demi Orang Tua, Semua Dia Lakukan
Dalam perbincangan hangat yang disiarkan melalui YouTube Kang Dedi Mulyadi Channel, Ana menceritakan ihwal kesehariannya. Dengan suara lirih namun mata berbinar, ia mengaku berjualan kacang goreng sejak setahun lalu. Sang ayah bekerja sebagai petani dengan penghasilan tak menentu, sementara ibunya hanya ibu rumah tangga.
“Awalnya iseng bantu ibu bikin kacang, eh ternyata banyak tetangga yang suka. Dari situ saya coba jualan keliling kompleks sepulang sekolah. Alhamdulillah, dari hasil jualan, saya bisa bayar SPP sendiri, kadang bisa beli kuota buat belajar,” ujar Ana kepada Dedi Mulyadi.
Mendengar pengakuan polos itu, Dedi Mulyadi yang duduk di sampingnya tampak terdiam beberapa saat. Mantan Bupati Purwakarta itu kemudian mengacungkan jempol dan tak kuasa menyembunyikan rasa harunya.
“Saya senang, senang sekali. Anak-anak Jawa Barat itu kaya gini yang saya cari. Bukan yang sibuk pamer harta di media sosial, tapi yang setiap hari berjuang demi keluarga. Ini keren banget!” puji Dedi dengan nada penuh semangat .
“Jangan Malas, Lihat Tuh Contoh Ana!”
Di hadapan awak media yang ikut meliput, Kang Dedi tak melewatkan kesempatan untuk melempar pesan moral kepada seluruh pelajar di Jawa Barat. Ia menyebut bahwa era sekarang banyak anak muda yang mudah mengeluh dan merasa kekurangan, padahal masih banyak sosok seperti Ana yang gigih membanting tulang.
“Hei anak-anak yang suka merasa malas, yang suka bilang tidak mampu, yang suka bilang orang tua tidak punya apa-apa, lihat tuh contoh Ana! Dia sekolah di swasta, bayar SPP tiap bulan, tapi dia nggak pernah mengeluh. Dia cari uang dengan kebahagiaan, bukan dengan kesedihan,” tegas Dedi Mulyadi .
Gubernur berambut panjang itu juga mengapresiasi mental baja Ana yang tidak malu berjualan meski berpapasan dengan teman-teman sekolahnya. Menurutnya, kemiskinan bukan penghalang untuk sukses, selama ada kemauan dan kerja keras.
Dari Jualan Kacang Jadi “Pesanan Spesial” Gubernur
Pertemuan itu berlangsung penuh kehangatan. Di akhir perbincangan, Kang Dedi secara spontan memborong dagangan Ana. Bukan main-main, ia memesan kacang goreng dalam jumlah besar dengan harga khusus, jauh di atas harga pasaran.
“Nanti buatin ya buat saya. Saya mau pesan banyak, nanti dikirim ke sini. Harganya saya yang nentuin, lebih,” ujar Kang Dedi sambil terkekeh, disambut tawa haru Ana yang tak menyangka dagangannya laris manis di depan gubernur.
Momen itu sontak membuat warganet banjir air mata. Ribuan komentar membanjiri unggahan ulang pertemuan tersebut.
“Baru lihat gubernur kayak gini, merakyat banget,” tulis akun @rindubogor.
“Ana itu pahlawan kecil buat orang tuanya. Semoga sukses terus, Nak!” timpal @cimahikeren.
“Dedi Mulyadi emang beda, beliau tuh peka sama rakyat kecil. Semoga berkah,” sahut @siliwangijabar.
Bukan Sekadar Jualan, Tapi Sekolah Kehidupan
Ana mengaku kaget sekaligus bahagia karena kisahnya sampai diketahui gubernur. Ia tak menyangka aksi kecilnya berjualan kacang demi membantu orang tua justru menuai simpati luas.
“Saya nggak nyangka, Bu. Awalnya cuma ingin bantu orang tua, nggak pernah kepikiran jadi viral. Alhamdulillah, Pak Gubernur baik banget sama saya,” ujar Ana saat dihubungi terpisah.
Kini, setelah videonya viral, pesanan kacang goreng milik Ana membanjiri berbagai wilayah di Jawa Barat. Keluarga besarnya ikut membantu memproduksi kacang untuk memenuhi permintaan. Ana pun berpesan kepada teman-teman sebayanya agar tak pernah malu berusaha.
Kisah Ana Derahma menjadi tamparan manis di tengah hiruk-pikuk berita kriminal dan politik yang belakangan mendominasi. Ia bukti bahwa semangat pantang menyerah seorang gadis SMK bisa menggetarkan hati ribuan orang, bahkan hingga ke ruang gubernur.




















