Jannah Theme License is not validated, Go to the theme options page to validate the license, You need a single license for each domain name.
BeritaHot

Niat Puasa Ganti Ramadhan pada Bulan Rajab dan Hukumnya (2024)

Niat Puasa Ganti Ramadhan pada Bulan Rajab dan Hukumnya

Kabarangin.com – Ramadhan 2024 tinggal dua bulan lagi. Umat Islam yang masih memiliki utang puasa tahun lalu bisa membayarnya pada bulan Rajab ini. Berikut bacaan niat puasa ganti Ramadhan pada bulan Rajab lengkap dengan hukumnya jika digabung puasa sunnah.

Puasa ganti Ramadhan adalah puasa yang dikerjakan untuk mengganti puasa yang ditinggalkan selama Ramadhan karena adanya udzur, seperti sakit, dalam perjalanan, atau haid bagi wanita.

Sayyid Sabiq dalam kitab Fiqh Sunnah yang diterjemahkan Abu Aulia dan Abu Syauqina menjelaskan, cara mengganti puasa Ramadhan sama seperti melaksanakan puasa pada waktunya, yakni mengganti sebanyak hari yang ditinggalkan tanpa menambah atau menguranginya.

Hukum Puasa Ganti Ramadhan

Semua ulama sepakat hukum mengganti puasa Ramadhan adalah wajib. Dalil kewajiban puasa ganti Ramadhan tertuang dalam Al-Qur’an surah Al Baqarah ayat 184,

“….Maka, siapa di antara kamu sakit atau dalam perjalanan (lalu tidak berpuasa), (wajib mengganti) sebanyak hari (yang dia tidak berpuasa itu) pada hari-hari yang lain.”

Adapun, waktu menggantinya tidak wajib segera tapi wajib dilakukan kapan saja. Para ulama menyandarkan hal ini dengan hadits Aisyah RA bahwa ia melakukan qadha puasa Ramadhan yang telah berlalu pada bulan Sya’ban.

كَانَ يَكُونُ عَلَيَّ الصَّوْمُ مِنْ رَمَضَانَ، فَمَا أَسْتَطِيعُ أَنْ أَقْضِيَ إِلَّا فِي شَعْبَانَ»، قَالَ يَحْيَى: الشُّغْلُ مِنَ النَّبِيِّ أَوْ بِالنَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ

Artinya: “Saya mempunyai tanggungan utang puasa Ramadhan. Saya tidak mampu mengqadhanya kecuali di bulan Sya’ban. Menurut Yahya, Aisyah mengqadha di bulan Sya’ban dikarenakan ia sibuk melayani Nabi Muhammad SAW.” (Muttafaq alaih)

Hukum Puasa Ganti Ramadhan
Semua ulama sepakat hukum mengganti puasa Ramadhan adalah wajib. Dalil kewajiban puasa ganti Ramadhan tertuang dalam Al-Qur’an surah Al Baqarah ayat 184,

“….Maka, siapa di antara kamu sakit atau dalam perjalanan (lalu tidak berpuasa), (wajib mengganti) sebanyak hari (yang dia tidak berpuasa itu) pada hari-hari yang lain.”

Adapun, waktu menggantinya tidak wajib segera tapi wajib dilakukan kapan saja. Para ulama menyandarkan hal ini dengan hadits Aisyah RA bahwa ia melakukan qadha puasa Ramadhan yang telah berlalu pada bulan Sya’ban.

كَانَ يَكُونُ عَلَيَّ الصَّوْمُ مِنْ رَمَضَانَ، فَمَا أَسْتَطِيعُ أَنْ أَقْضِيَ إِلَّا فِي شَعْبَانَ»، قَالَ يَحْيَى: الشُّغْلُ مِنَ النَّبِيِّ أَوْ بِالنَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ

Artinya: “Saya mempunyai tanggungan utang puasa Ramadhan. Saya tidak mampu mengqadhanya kecuali di bulan Sya’ban. Menurut Yahya, Aisyah mengqadha di bulan Sya’ban dikarenakan ia sibuk melayani Nabi Muhammad SAW.” (Muttafaq alaih)

Sumber: Detik.com

Back to top button