Jannah Theme License is not validated, Go to the theme options page to validate the license, You need a single license for each domain name.
KesehatanTrauma

Penting! Ini 10 cara mengatasi trauma masa kecil

Kesehatan Mental Anak

Foto: Anak kecil sedang trauma/halosehat

Mengatasi trauma masa kecil memang tidak mudah. Anak yang mengalami trauma memerlukan perhatian khusus agar efek trauma tidak berlangsung lama dan menghambat perkembangannya. Baca artikel di bawah ini untuk mengetahui bagaimana orang tua dapat menghilangkan trauma anak.

Bagaimana cara menghilangkan trauma anak?

Foto: Ketakukan anak/Hallosehat

Dengan diluncurkannya situs Child Mind Institute, metode penyembuhan trauma anak dapat disesuaikan dengan usia dan tingkat keparahan gejala trauma yang dialami anak.

Secara umum, di sini Anda bisa menemukan upaya dan cara mengatasi trauma masa kecil.

1. Membuat anak merasa aman

Trauma biasanya terjadi ketika seorang anak mengalami atau menyaksikan sesuatu yang berbahaya, seperti:Tindak kriminal, bencana alam, dan lain-lain

Kejadian ini tentu membuat anak-anak kesal.

Kekhawatiran akan kejadian serupa terus menghantui dan menakuti anak-anak.

Oleh karena itu, cara pertama untuk menghilangkan trauma pada anak adalah dengan menciptakan lingkungan yang seaman mungkin.

Selain itu, yakinkan anak Anda bahwa kejadian tersebut sudah selesai dan situasinya aman.

2. Tetaplah tenang

Selalu bersikap tenang di hadapannya guna mengatasi trauma anak.

Kekhawatiran Anda akan membuatnya merasa berada dalam situasi yang buruk.

Hindari membicarakan hal-hal yang membuat anak Anda merasa tidak nyaman.

Jika ingin menanyakan kronologis kejadian yang dialami anak Anda, lakukan dengan perlahan dan pastikan Anda sudah siap.

3. Usahakan tetap beraktivitas seperti biasa

Kejadian tak terduga seperti bencana alam ternyata bisa mengubah aktivitas Anda sehari-hari.

Tetap saja, mari kita segera kembali ke rutinitas sehari-hari seperti ini: Misalnya, kita makan bersama dan menonton TV bersama.

Jika anak Anda berada di tempat yang asing. Di tempat pengungsian, meski dalam situasi lain, sebisa mungkin lakukan kegiatan rutin di rumah.

4. Beri pengalihan perhatian

Untuk menghilangkan trauma anak dengan cepat, gunakan pengalih perhatian.

Misalnya, ajak dia melakukan aktivitas yang dia sukai, seperti jalan-jalan bersama teman-temannya atau menonton kartun kesukaannya.

Ini akan memberikan gangguan langsung dari peristiwa buruk apa pun yang dialami anak Anda.

5. Beri perhatian khusus

Setelah mengalami trauma, anak cenderung bergantung pada orang tuanya, terutama ibunya. Jadi pastikan dia cepat pulih dari trauma.

Peluk dia dan buat dia merasa lebih aman dan nyaman. Jika mereka takut tertidur, Anda dapat menyalakan lampu di kamar mereka atau membiarkan mereka tidur dengan Anda.

Foto: Anak Kecil Sedang sendiri/Hallosehat

6. Jauhkan dari hal-hal yang berhubungan dengan penyebab trauma

Untuk memproses trauma pada anak dengan cepat, usahakan untuk menjauhkan mereka dari segala hal yang berkaitan dengan peristiwa traumatis yang dialaminya.

Misalnya dengan tidak menonton berita dan menghindari dia membicarakan kejadian tersebut.

Menonton berita tentang peristiwa yang dialami anak dapat memperparah trauma pada anak.

7. Memahami reaksi anak terhadap trauma

Anak-anak bereaksi berbeda terhadap trauma. Memahami dan menerima reaksi anak Anda dapat membantu anak Anda pulih dari trauma.

Anak Anda mungkin sangat sedih dan marah serta tidak dapat berbicara.

Bantulah anak-anak memahami bahwa kesedihan dan kekecewaan adalah perasaan normal bagi anak-anak zaman sekarang.

8. Berbicara pada anak

Cara lain untuk menghilangkan trauma pada anak Anda adalah dengan mencoba memahami dan mendengarkan mereka.

Jawab dengan jujur dan jelas saat ditanya.

Jangan memarahi anak jika dia menanyakan hal yang sama berulang kali. Itu adalah tanda bahwa dia bingung dan mencoba mencari tahu apa yang sedang terjadi.

Gunakan kata-kata yang membuat si kecil nyaman, bukan menggunakan kata-kata yang dapat membuat anak takut. Bantu anak dalam mengutarakan apa yang mereka rasakan dengan baik

9. Dukung anak dan beri ia rasa nyaman

Anak Anda sangat membutuhkan Anda untuk sembuh dari trauma.

Oleh karena itu, temani dia kapanpun dia membutuhkanmu.

Yakinkan anak Anda bahwa dia akan mengatasinya, dan beri tahu mereka bahwa Anda sangat mencintai mereka.

10. Mengikuti terapi khusus

Dalam situasi yang serius, trauma yang dialami anak bisa berkembang menjadi gangguan jiwa. Pada anak-anak, kondisi ini dikenal dengan post-traumatic stress disorder (PTSD).

PTSD ditandai dengan gejala kecemasan yang cukup parah, seperti yang ditampilkan di situsnya untuk Kesehatan Anak.

Jika tidak segera ditangani, dapat mengganggu tumbuh kembang anak bahkan membawa trauma hingga dewasa.

#trauma anak #terapi anak #kasihsayang #dukunganak #perhatiananak

sumber:https://hellosehat.com

Back to top button